Nila salin merupakan varietas ikan nila yang dikembangkan dari spesies nila air tawar sehingga dapat menoleransi kadar salinitas air yang lebih tinggi. Nila salin mampu menoleransi kadar salinitas air hingga >20% dengan memanfaatkan karakter euryhaline yang dimiliki oleh ikan nila. Euryhaline sendiri merupakan organisme yang dapat beradaptasi pada salinitas yang luas. Ikan yang memiliki karakter ini mampu hidup pada air laut, air payau dan air tawar.
Ikan nila salin yang telah dikembangkan di Indonesia memiliki nama komersil nila SALINA (Saline Tolerance Indonesian Tilapia). Pertama kali dikembangkan pada tahun 2013, ikan ini telah banyak berkembang dan digunakan untuk memanfaatkan lahan-lahan yang tidak digunakan pada daerah pesisir yang sebelumnya kurang cocok untuk budidaya ikan air tawar. Mengutip Badan Riset dan Inovasi Nasional “ikan nila salina penting untuk mendukung ketahanan nasional, serta untuk pemanfaatan lahan tambak marjinal dimana luasnya mencapai 30-40% dari 1,2 juta ha yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia”.
0 Comments