Transformasi Bawal Putih III dari Kapal Riset menjadi Kapal Latih
*tulisan ini dibuat untuk merekam salah satu bagian penting perjalanan Balai Riset Perikanan Laut (BRPL)
Asal usul nama Bawal Putih
Nama Bawal Putih diadopsi dari salah satu nama ikan yang ada di perairan laut.
Bawal putih atau bawal perak (Pampus argenteus) adalah spesies ikan mentega yang hidup di Indo-Pasifik bagian barat. Habitat bawal putih menyebar di perairan pesisir Timur Tengah, Afrika Timur, Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Asia Timur. Bawal putih sering disebut sebagai pompano untuk membedakannya dengan bawal sejati dari genus Bramidae.
(https://en.wikipedia.org/wiki/Pampus_argenteus).
Trivia: Genus Pampus ini mirip dengan nama pulau buatan yang ada di Belanda.
https://en.wikipedia.org/wiki/Pampus
Kenapa dinamakan Bawal Putih III?
Guyonan serius yang ada, karena sudah ada kapal Bawal Putih I dan Bawal Putih II. Kapal ini dibuat setelah berbagai kapal riset yang dimiliki oleh BRPL sudah tidak layak secara teknis dan fungsional (Kapal Penelitian I, Kapal Krapu, Kapal Banyar, Kapal Tiram, Kapal Sardinella, Kapal Bawal Putih I, Kapal Mutiara IV). Setelah kapal ini selesai dibuat dan diresmikan pada tahun 2013, pengelolaannya kemudian diserahkan oleh Pusat Riset Perikanan (dh. Pusat Riset Perikanan Tangkap) ke BRPL pada tahun 2019.
Spesifikasi Kapal Bawal Putih III
Bawal Putih III merupakan kapal riset terakhir yang dimiliki oleh BRPL - BPPSDM KP. Kapal ini dahulu dibuat sebagai upaya KKP untuk mengembangkan dan memperkuat sumberdaya penelitian lingkup BalitbangKP (salah satu unit eselon 1 di KKP saat itu).
0 Comments