Warga Dusun Bokesan serius berbudidaya ikan, hasil dari budidaya ikan mampu meningkatkan pendapatan tetapi justru terjadi perebutan air untuk budidaya ikan. Krisis ini akhirnya menjadikan semua warga Dusun Bokesan bersatu membentuk kelompok Mino Ngremboko. Perjalanan Mino Ngremboko dihadapkan dengan krisis ekonomi 1998, tragedi WTC, gempa Yogyakarta dan erupsi Gunung Merapi yang berdampak pada budidaya ikan di Mino Ngremboko.
Tahun 2011 Mino Ngremboko dikukuhkan menjadi P2MKP oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk dijadikan Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor PER.01/MEN/2011 dan diubah nama menjadi Mina Ngremboko. Anggota Mina Ngremboko mendapat pelatihan teknis perikanan oleh pendamping dari Kabupaten Sleman dan mendapatkan pelatihan dari P2MKP menjadi pengajar, cara melatih praktek lapangan, menyiapkan modul, dan mendapatkan sertifikasi serta ujian untuk menjadi asesor.
Awal tahun 2020 Mina Ngremboko kembali diuji pandemi Covid-19 agar kegiatan perikanan tetap bisa berjalan, akhirnya dibuka pasar bibit baru di empat titik agar tidak terjadi kerumunan. Generasi muda sebagai penerus mulai bermunculan dan kedepannya Mina Ngremboko siap untuk dijadikan tempat pelatihan bertaraf internasional dan banyak menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi untuk menjadi tempat merdeka belajar, kampus merdeka.
Simak video-nya pada tautan ini.
0 Comments